Peluncuran Flori Indonesia 2017, Karen : Peluang Bisnis Florikultura Sangat Besar

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memberikan sambutan pada Peluncuran Flori Indonesia 2017

Dalam rangka mendorong kebangkitan industri florikultura nasional, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian memfasilitasi kegiatan Flori Indonesia 2017 yang akan diselenggarakan pada Kamis dan Jumat, 20-21 Juli 2017 di Jakarta, serta pada Sabtu dan Minggu di Lapangan IPB Baranangsiang, Bogor.

Peluncuran Flori Indonesia 2017 telah berlangsung pada Jum’at, 5 Mei 2017 mulai pukul 09.15 hingga pukul 10.50 di Aula Graha Sawala, Gedung AA Maramis II. Acara ini dibuka oleh Haikal selaku pembawa acara. Kegiatan dilanjutkan dengan laporan penyelenggaraan Flori Indonesia 2017 oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Musdhalifah Machmud; diikuti dengan acara pemutaran video kegiatan Flori Indonesia 2017. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, turut memberikan sambutan dalam peluncuran Flori Indonesia 2017 yang kemudian dilanjutkan dengan acara utama yaitu Peresmian Logo Flori Indonesia 2017 dengan penandatangan Logo Flori Indonesia oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dan Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc. dengan disaksikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Musdhalifah Machmud; Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian (Kementan), dan Perwakilan Sosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) , Karen Tambayong.

Saat pemaparan laporan kegiatan Flori Indonesia 2017 oleh Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Musdhalifah Machmud, mengatakan bahwa Florikultura ini memang salah satu komoditas yang disadari sangat penting bagi masyarakat maupun perkembangan ekonomi, akan tetapi  dukungan terhadap promosi serta sumber dayanya sangat kurang. Harapannya, acara Flori Indonesia ini akan diselenggarakan secara berkala, setahun, dua tahun, atau tiga tahun sekali.

Selanjutnya, sambutan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengekspose potensi industri florikultura nasional dan menemukan inovasi-inovasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

“Dengan kegiatan ini semua pihak yang terlibat dapat membangun komunikasi secara intensif untuk menginisiasi kerja sama kemitraan di bidang pengembangan florikultura”, tuturnya.

Bapak Darwin juga mengatakan bahwa masih diperlukan sentuhan kebijakan yang tepat agar florikultura ini mampunyai peran yang lebih berarti dalam ekonomi nasional (PDB), sumber lapangan kerja, maupun pendapatan masyarakat serta devisa.

Talkshow pada Peluncuran Flori Indonesia 2017

Acara selanjutnya adalah talkshow dengan tema “Membangun Industri Florikultura yang Berdaya Saing Berbasis Sumberdaya Nasional” dengan Prof. Dr. Budi Marwoto selaku moderator dan Direktur Buah dan Florikultura, Dr. Sarwo Edhy, SP. MM; Rektor Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, MSc; Perwakilan Asbindo, Karen Tambayong; serta Asisten Deputi bidang Perkebunan dan Hortikultura, Wilistra Danny.

“Peluang bisnis florikultura sangat besar. Namun peraturan belum berpihak pada florikultura. Kalau pemerintah tidak hanya memberikan harapan, akan tetapi membantu kami di florikultura, kami yakin teman-teman akan banyak yang berinvestasi” imbuh Karen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *