Hari Florikultura Indonesia Resmi Dicanangkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Saatnya Industri Bunga Nusantara untuk Bangkit

Graha Sawala Kemenko Bidang Perekonomian, Gedung Ali Wardhana, Jalan Lapangan Banteng Timur nomor 2-4 Jakarta, menjadi saksi bisu dari lahirnya sejarah baru di industri florikultura Indonesia. Tepatnya hari Senin, 24 Juli 2017 di sana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Darmin Nasution menandatangani prasasti sebagai simbol pencanangan hari florikultura Indonesia yang jatuh setiap tanggal 24 Juli.Pencanangan hari florikultura Indonesia ini ialah agenda lanjutan dari softlaunching acara Florikultura Indonesia pada 5 Mei 2017 lalu. Pada kesempatan yang lalu, saat softlaunching Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Bapak Darmin Nasution menyampaikan, “dengan pencanangan hari florikultura nasional ini, dicita-citakan agar industri florikultura lebih meningkat dari sebelumnya”. Peresmian atau penetapan hari florikultura nasional akan diajukan kepada Menteri Pertanian untuk disetujui di kemudian harinya.

Sebelum pencanangan hari florikultura nasional Bapak Darmin Nasution menyampaikan, “Potensi pengembangan agribisnis florikultura di Indonesia masih sangat besar. Hal ini didukung oleh keanekaragaman genetis yang luas, kondisi tanah dan agroklimat yang kondusif, serta permintaan pasar yang terus meningkat. Akan tetapi, potensi tersebut belum dimanfaatkan optimal. Sebab, masih dibutuhkan sentuhan kebijakan tepat agar florikultura ini mampu berperan lebih dalam perekonomian nasional”.

Setelah pencanangan hari Florikultura Indonesia terlaksana, agenda dilanjutkan dengan kunjungan tamu undangan ke pameran bunga yang menyajikan koleksi bunga dari berbagai daerah di nusantara. Terdapat bunga melati, krisan, anggrek, dan jenis lainya. Semuanya memiliki kelebihan estetis masing-masing. Bunga-bunga tersebut disusun untuk menghiasi ruang pameran Gedung Ali Wardhana, Kemenko Bidang Perekonomian. Pameran ini dihadiri tamu undangan beserta lebih dari seratus pengunjung.

Setelah itu diadakan temu wicara antar tokoh florikultura nasional. Diskusi ini dipimpin oleh Ibu Karen Tambayong yang menyimpulkan bahwa, “Pemerintah harus mengajak usaha kecil dan menengah untuk mengangkat florikultura ini ke tingkat komersial. Hanya dengan itu, kita bisa mengembangkan ini dengan lebih baik, dan florikultura nasional bisa dikatakan bangkit dengan seutuhnya.”

Agenda terakhir ialah dialog bertema “Kebangkitan Florikultura Indonesia”. Dialog ini dihadiri tokoh-tokoh penggiat industri florikultura nasional. Ringkas dari dialog ini disampaikan oleh Karen Tambayong bahwa, “persoalan mendasar yang dihadapi oleh agribisnis florikultura pada saat ini ialah, meningkatnya kerusakan lingkungan produksi dan perubahan iklim global, terbatasnya ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, lahan dan air, rendahnya kepemilikan lahan, lemahnya sistem perbenihan nasional, keterbatasan akses petani terhadap permodalan, masih tingginya suku bunga usaha tani, lemahnya kapasitas dan kelembagaan petani dan penyuluh, rendahnya Nilai Tukar Petani (NTP), dan belum padunya antar sektor dalam menunjang pembangunan agribisnis florikultura”. Dari dialog tersebut dirumuskan kebijakan pengembangan florikultura dengan membangun komunikasi intensif dengan stake holder untuk menginisiasi kerja sama kemitraan di bidang pengembangan florikultura di Indonesia.

Acara Florikultura Indonesia rencananya akan diselengarakan di Jakarta dan Bogor selama satu minggu ke depan, meliputi kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias di Cianjur pada tanggal 26-27 Juli 2017, Seminar Nasional di IPB Convention Center Bogor pada tanggal 28 Juli 2017, Bursa Tanaman Hias di Kampus IPB Baranangsiang Bogor pada tanggal 29 Juli 2017, serta karnaval mobil hias di Kampus IPB Baranangsiang Bogor pada tanggal 30 Juli 2017.

Hadir dalam acara ini Deputi Bidang Koodinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, Walikota Tomohon Jimmy Eman, Bupati Bogor Nurhayanti, Rektor IPB Herry Suhardiyanto, serta perwakilan K/L dan Pemda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *